Webscript Berbahasa
Indonesia
Jumat, 28 Maret 2003
Jakarta- ROL--Tahun ini,
menjadi tahun yang cukup penting, bagi para programer komputer. Persis
pada 18 Maret 2003, sebuah webscript berbahasa Indonesia diluncurkan. Menurut
penciptanya, H. Sony Sugema M.B.A., pihaknya memerlukan waktu sekitar lima
bulan untuk menyusun bahasa pemrograman yang kemudian dinamai Sony Sugema
Script (S3) itu.
Menurut Sony, S3 merupakan
webscript pertama berbahasa Indonesia. ''Saya dengar sebelumnya memang
ada yang bikin. Tetapi itu sekadar menerjemahkan. Kalau ini saya bikin
sendiri dari dasarnya,'' tutur pemilik bimbingan belajar Sony Sugema College
itu. Dengan begitu, dia berharap produk tersebut bisa digunakan lebih mudah.
Sony meyakini S3 bisa diubah
dengan bahasa yang lain. ''Kalau kita mau, tinggal ganti saja, webscript
ini jadi berbahasa Jawa, Sunda, atau bahasa daerah yang lain,'' jelasnya
seraya menegaskan bahwa bahasa pemrograman komputer yang diciptakannya
cukup fleksibel.
Saat ini bahasa pemrograman
itu versinya masih beta dan baru bisa difungsikan untuk platform windows.
Pada masa mendatang bahasa tersebut akan dikembangkan dan disempurnakan.
Sony juga berniat membuat bahasa tersebut bisa digunakan untuk platforn
UNIX. Setelah stabil, rencananya, S3 disosialisasi sebagai program pertama
untuk para pelajar di seluruh Indonesia.
Secara sederhana, S3 kini
bisa dimanfaatkan untuk membuat situs dinamis seperti amazon.com atau detik.com.
Programer komputer yang tertarik bisa men-download bahasa pemrograman tersebut
di www.sttis.ac.id atau www.qcollege.com secara cuma-cuma. Selain S3, di
situs tersebut juga terdapat editornya.
Dalam S3 tersedia beberapa
fungsi operator, seperti operator aritmatika, operator assignment operator
perbandingan, dan operator logika, Selain itu, di dalamnya juga terdapat
fitur upload. Fitur ini merupakan fitur tambahan S3 yang dapat meng-upload
beberapa file sekaligus. Kedua hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari
sekian banyak fasilitas yang ada di dalamnya.
Sony sengaja menjadikan S3
sebagai produk yang gratis. Itu dilakukan untuk menghindari dominasi pasar
yang berlebihan dengan produk tertentu. Dengan begitu, dia berharap akan
terjadi keseimbangan.
Peluncuran S3 ini juga sekaligus
menjadi semacam ujicoba untuk mengukur minat masyarakat terhadap perkembangan
teknologi informasi. Setelah ini, Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Teknologi
Informatika Sony Sugema itu, berencana merancang sistem operasi berbahasa
Indonesia, sehingga dalam beberapa bulan mendatang, kita bisa menemukan
sistem operasi semacam Windows berbahasa Indonesia.
Faktor terbesar yang mendorongnya
punya ide membuat webscript berbahasa Indonesia adalah besarnya kendala
masyarakat dalam memahami bahasa pemrograman berbasis bahasa Inggris.
Akibatnya, perkembangan pemrograman komputer tidak begitu menggembirakan.
Kendala seperti itu bukan
hanya milik masyarakat Indonesia. Hal serupa juga terjadi di Jepang, Korea,
Jerman, dan negara lain. Sebab itu, di negara-negara tersebut berkembang
bahasa-bahasa pemrograman yang berbasis kepada bahasa ibu masing-masing.
Mereka yang menjadikan bahasa
nasionalnya sebagai bahasa pemrograman dalam aplikasi kompoter di sekolah-sekolah
maupun instansi pemerintah. Hasilnya, pemrograman komputer menjadi berkembang
begitu pesat.
Dalam konsep pembelajaran,
fungsi bahasa memang posisinya teramat penting. Penggunaan bahasa ibu,
diakui banyak pihak sangat mempercepat proses pembelajaran. Sebab itu,
di negara-negara tersebut, buku-buku terjemahan dari bahasa asing sangat
banyak. Boleh dikatakan, hampir seluruh buku berbahasa Inggris diterjemahkan
ke dalam bahasa nasional negara mereka.
Upaya gigih untuk menerjemahkan
berbagai buku asing ke dalam bahasa nasional sangat memudahkan warga negara
untuk menyerap perkembangan informasi dari luar. Saat ini Indonesia termasuk
dalam negara yang budaya terjemahannya tergolong lemah. Buku-buku asing,
baru bisa ditemui terjemahan bahasa Indonesianya, 4-5 tahun setelah buku
itu terbit. irf
Sun Bagikan Lisensi Gratis
Kamis, 13 Maret 2003
JAKARTA – ROL--Kalangan
Perguruan Tinggi (PT) akan makin memiliki akses luas terhadap teknologi
informasi. Hal ini diharapkan kelak akan memberikan pengaruh kepada komptensi
sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam bidang teknologi.
Harapan itu dilontarkan Dirjen
Dikti Depdiknas, Satrio Sumantri Brojonegoro, usai menerima bantuan piranti
lunak Staroffice 6.0 Suite dari Sun Microsystem, pekan lalu. Melalui bantuan
itu, Sun juga memberikan tambahan lisensi yang memungkinkan para mahasiswa
maupun dosen, membuat duplikat dari piranti tersebut dan membawanya pulang
tanpa dikenai biaya.
Satrio pada berharap, kalangan
PT berinisiatif mendapatkan piranti tersebut. Inisiatif ini, menurutnya,
memberikan indikasi bahwa program tersebut berjalan lancar atau tidak.
Begitu pun, menurut Satrio, ''semuanya terpulang kepada kalangan PT sendiri,
apakah mereka akan tergerak memanfaatkan piranti lunak itu guna meningkatkan
kompetensi mereka atau malah sebaliknya.''.
Satrio mengakui, selama ini
PT memiliki kendala dalam mengembangkan pendidikan TI karena beban biayai
yang harus dikeluarkan terlalu besar, terutama untuk mendapatkan lisensi
piranti lunak. Tidak ayal lagi, hal itu kerap mendorong kalangan PT menggunakan
piranti bajakan .
Syukurlah, dengan adanya
bantuan berikut lisensi yang diberikan secara cuma-Cuma itu, kendala itu
akan sirna. Bahkan, hal itu akan memberikan kesempatan lebih luas kepada
PT untuk mencetak SDM yang kompetitif.
Presiden Direktur Sun Microsystem
Indonesia, Bhra Eka Gunapriya, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan
wujud komitmennya terhadap dunia pendidikan. ''Sun memang berakar dari
dunia akademis.'' Bantuan ini merupakan bagian dari serangkaian program
Staroffice kepada kalangan pendidikan di seluruh dunia. Penawaran lisenssi
gratis ini tidak ada bandingannya. Nilai totalnya lebih dari 6 miliar dollar
AS, dan hingga kini telah mencapai hampir 100 departeman pendidikan, sekolah
local, dan institusi menengah di 14 negara termasuk Cina, Brazil, Malaysia,
serta Indonesia.
Ia merasa bangga, bila bantaun
senilai 57 juta dollar AS ini kelak memberikan manfaat kepada 3,8 juta
mahasiswa dari 1880 PT , termasuk univeristas-universitas di seluruh Indonesia
selama tiga tahun. "Inisiatif ini, memungkinkan para mahasiswa memiliki
akses yang tak terbatas terhadap 'technology in the classroom' tanpa harus
menanggung biaya lisensi yang mahal. Kami juga ingin memastikan bahwa akses
terhadap piranti yang canggih bagi para murid dan guru tidak terhambat
maslah dana," paparnya.
Melalui bantuan ini, menurutnya,
Sun merintis kerjasama dengan berbagai sekolah dan universitas. Ini untuk
membantu tenaga kerja di masa mendatang agar terbiasa dengan teknologi
yang akan mendorong keberhasilan mereka di dunia kerja. fer
VoIP Alternatif Komunikasi
Murah Gantikan Telefon
Ahad, 19 Januari 2003
JAKARTA—Miol-- Masyarakat
internet menawarkan alternatif berkomunikasi murah tanpa harus melalui
jaringan telefon tetap milik PT Telkom, yakni dengan menggunakan jaringan
internet untuk komunikasi suara dengan cara menumpang di atas infrastruktur
internet. "Alternatif komunikasi murah yang dipelopori oleh pakar internet
Onno W Purbo itu menggunakan teknologi Voice over Internet Protocol
(VoIP) yang selama ini sudah banyak dimanfaatkan oleh para pemakai internet,"
kata Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Heru
Nugroho di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, pemanfaatan
VoIP sebagai alternatif komunikasi murah sebenarnya sudah diperkenalkan
oleh para penyedia jasa internet. Namun, sejak setahun terakhir legalitasnya
digugat oleh Pemerintah, yakni Dirjen Postel karena dianggap telah melanggar
peraturan tentang penyelenggaraan multimedia.Akibatnya, kemudian Pemerintah
melalui Kepmen Perhubungan No. 23/2002 menerbitkan perizinan hanya kepada
lima penyelenggara VoIP yang disebut sebagai Internet Telefoni untuk Keperluan
Publik (ITKP).
Pengamat Multimedia Roy Suryo
mengatakan, VoIP Merdeka ala Ono Purbo dikampanyekan kepada masyarakat
untuk mengimbangi kenaikan tarif telefon yang masih dikendalikan PT Telkom.
"Telkom seharusnya menyadari konvergensi telekomunikasi dan multimedia
membuka peluang lahirnya alternatif teknologi murah dan tidak bisa dibendung,"
katanya.
Mengenai pemanfaatan VoIP
Merdeka sebagai alternatif komunikasi murah ditinjau dari sisi regulasi,
Praktisi Hukum Telekomunikasi, Hinca Panjaitan mengatakan, penyelenggaraan
VoIP Merdeka tidak melanggar hukum sejauh tidak dimanfaatkan untuk kepentingan
komersial."VoIP Merdeka tidak bertentangan dengan Kepmen Perhubungan No
23/2002 tentang Internet Telefoni untuk Keperluan Publik (ITKP). ITKP yang
ditetapkan Pemerintah, yaitu izin bagi lima operator tersebut untuk dijual
kepada publik," katanya. Sedangkan VoIP yang dipelopori Onno W Purbo untuk
kepentingan rakyat dan banyak orang mendapatkan keuntungan, katanya.
Jaringan VoIP Merdeka bisa
diaplikasikan siapa saja yang memiliki personal computer—PC-- yang tersambungkan
ke internet dan perangkat soundcard lengkap dengan mikrofon dan headphone.
Setelah tergabung dalam jaringan VoIP Merdeka, seseorang dapat melakukan
komunikasi suara dengan sesama pengguna jaringan tanpa perlu dibebani tagihan
telefon. (Ant/Ol-01)
Komputer Tercepat Picu Perlombaan
Teknologi
Jumat, 20 Desember 2002
Jakarta, Kompas--Mesin itu
sangat cepat sehingga setiap detiknya mampu melakukan perhitungan yang
jumlahnya lebih banyak daripada jumlah bintang di galaksi kita. Ukurannya
pun luar biasa sehingga ia harus diletakkan dalam bangunan sebesar hanggar
pesawat. Ia adalah Earth Simulator.
 |
Dengan kemampuan
melakukan 35,6 triliun hitungan per detik, Earth Simulator menjadi komputer
tercepat di dunia saat ini. Kemampuannya berhitung hampir lima kali lebih
cepat dibanding superkomputer di bawahnya, dan nyaris menyamai kecepatan
gabungan lima superkomputer terkuat di Amerika Serikat. Saat ini Earth
Simulator digunakan untuk melacak temperatur laut, curah hujan, dan perpindahan
lempengan bumi di seluruh dunia untuk meramalkan bencana alam yang mungkin
terjadi beberapa abad mendatang.
|
Di tempatkan di wilayah pinggiran
sebelah selatan Tokyo, raksasa supercerdas itu dilengkapi kabel sepanjang
hampir 1.900 mil --yang berarti bisa dibentangkan dari New York ke Las
Vegas-- yang ditata rapi di bawah lantai ruangan. Satu miliar liter udara
dialirkan ke bangunan itu tiap 10 detik untuk menjaga agar sang monster
agar tidak kepanasan. "Dengan kekuatan itu, Earth Simulator mampu memodelkan
cuaca dengan resolusi 100 kali lipat dibandingkan simulasi sebelumnya,"
ujar Tetsuya Sato, Direktur Earth Simulator Center.
Sang Peramal
Earth Simulator dibangun
oleh perusahaan Jepang NEC Corp.. Ia mampu meramalkan jalur yang akan dilalui
topan atau terjadinya letusan vulkanik dengan tepat. Meski tidak mampu
meramalkan gempa bumi secara pasti, namun mesin ini dengan mudah bisa mengidentifikasi
pusat gempa sekaligus menganalisis kerusakan-kerusakan yang mungkin
terjadi.
Pemerintah Jepang menugasi
Earth Simulator untuk meramalkan cuaca dan bencana yang mungkin datang.
Tetapi, kemampuan mesin tersebut tidak berhenti di situ saja. Para peneliti
mengungkapkan superkomputer itu dapat pula digunakan untuk simulasi reaksi
obat terhadap penyakit-penyakit seperti AIDS, menghitung penyebaran virus
setelah serangan bioteroris, dan menghemat biaya riset dan percobaan dengan
menyimulasikan interaksi antara bahan kimia dengan tubuh manusia.
Keunggulan mesin ini juga
membuka banyak kemungkinan baru dalam penelitian. "Setiap kali ada peningkatan
kecepatan dalam sebuah mesin baru, maka kemungkinan untuk penelitian baru
pun terbuka," ujar Alan Edelman, Profesor Matematika Terapan dari Laboratorium
Penelitian Komputer di Massachusetts Institute of Technology.
Picu Lomba Teknologi
Bagi peneliti-peneliti di
Jepang, mesin seharga 350 juta dollar AS itu adalah peramal cuaca tercanggih.
Ia digunakan untuk meneliti iklim dengan simulasi-simulasi yang paling
kompleks dan variabel-variabel yang sangat beraneka ragam. Dan, ia sangat
akurat. Namun, bagi para pesaing Earth Simulator adalah badai yang membangunkan
mereka dari kenyataan bahwa mesin mereka bukan lagi yang terhebat. Lebih
jauh lagi, para peneliti yang menggunakan mesin-mesin itu pasti ikut rendah
diri karena mainan mereka bukan lagi yang tercepat.
Menurut Departemen Energi
AS, Earth Simulator telah membuat ilmuwan AS tertinggal 10 hingga 100 kali
lipat dalam hal penelitian cuaca. Hal inilah yang membuat patah arang.
"Amerika Serikat tidak lagi memimpin dalam hal penelitian cuaca," demikian
tertulis dalam laporan Departemen itu bulan Juni 2002 lalu. Meski pihak
saingan menyebut NEC menggunakan teknologi lama yang disebut "vector processing"
--teknologi yang telah ditinggalkan oleh kebanyakan pembuat superkomputer
di AS karena dianggap ketinggalan dan terlalu mahal-- untuk menghasilkan
performance Earth Simulator, namun tidak urung mereka bergidik juga melihat
kemampuan peramal badai ini.
Yakin bisa membuat mesin
yang lebih canggih, Pemerintah AS segera mengeluarkan dana untuk mengunggulinya.
AS telah meneken kontrak sebesar 290 juta dollar AS dengan raksasa teknologi
IBM, untuk membangun dua superkomputer baru. Bila tidak ada saingan lain,
superkomputer IBM itu akan mengambil alih kepemimpinan Earth Simulator
di tahun 2004, dengan kecepatan kalkulasi 100 teraflop atau kali kali lebih
cepat dari raksasa Jepang tersebut.
Sementara Cray Inc., perusahaan
teknologi di Seattle, telah memenangkan kontrak sebesar 90 juta dollar
AS untuk membangun superkomputer yang akan digunakan dalam simulasi senjata
nuklir oleh Sandia National Laboratory, juga pada tahun 2004. Pada tahun
2010 mereka juga akan membangun monster baru yang lebih kuat, yang mampu
melakukan perhitungan dalam skala petaflop, atau 1.000 triliun kalkulasi
per detik, suatu kecepatan yang tidak terbayangkan!
Bagi orang awam yang memiliki
komputer high-end sekalipun, kemampuan kalkulasi raksasa-raksasa ini memang
di luar jangkauan. Yang jelas, selama mastodon-mastodon itu bertarung atas
nama teknologi dan untuk kepentingan umat manusia, tidak usahlah kita berkecil
hati dengan kemampuan komputer yang kita miliki. (AP/wsn)
Untuk melihat daftar 500
superkomputer: http://www.top500.org
Untuk mengetahui lebih jauh
mengenai Earth Simulator: http://www.es.jamstec.go.jp/esc/eng
CD-RW Murah Tembus Kecepatan
52X
Jumat, 06 Desember 2002
Jakarta, Kompas--CyberDrive
merilis salah satu drive CD-R/RW tercepat: drive 52X CD-R/RW dengan harga
jual diperkirakan kurang dari 100 dollar AS. Drive ini mampu membaca dan
menulis di CD-R pada kecepatan 52X, dan menulis pada CD-RW dengan kecepatan
24X. Drive dibundel dengan software Nero Burning ROM dari Ahead Software
AG dan menggunakan teknologi buffer underrun SuperLink untuk menghindari
write
error yang disebabkan oleh empty buffer.
CyberDrive menganggap harga
99 dollar AS adalah feature paling menonjol dari produk terbarunya ini.
Hasil pencarian dengan fasilitas Product Finder di PCWorld.com memperlihatkan
ada banyak drive 52X tapi semuanya mengusung harga paling tidak dua kali
lebih mahal daripada drive keluaran CyberDrive ini. CyberDrive akan memegang
rekor harga sejenak, ujar Tin Wu, presiden dari CyberDrive. Ia yakin bahwa
perusahaannya punya sekitar 60 hari sebelum perusahaan lain menyusul.
Wu juga percaya bahwa 52X
adalah akhir dari perang membuat drive CD tercepat. "Saya rasa ini adalah
kecepatan maksimum," tambahnya. Salah satu alasannya adalah perhatian yang
baru mengemuka belakangan bahwa disk bergetar di bawah tekanan drive yang
bergerak cepat.
Tidak Aman pada Kecepatan
Berapa?
Banyak orang di kalangan
industri drive juga berpikiran serupa bahwa kecepatan 52X adalah akhir
dari perang kecepatan. Menulis pada kecepatan 52X akan memutar CD sampai
10.000 rpm (round per minute) dan menyebabkan tekanan fisik yang
besar pada disk. Beberapa disk pecah dalam drive berkecepatan tinggi.
Sejumlah produsen drive,
termasuk Plextor, menolak membuat drive dengan kecepatan melampaui 48X.
Menurut vice president Plextor Corp. Howard Wing, perbedaan antara 52X
dan 48X akan menghemat waktu Anda sekitar tujuh detik. "Mengapa kita harus
mengorbankan kualitas tulisan untuk tuijuh detik saja?" tanya Wing. Walau
kebanyakan perusahaan menghindari bahaya merekam dengan kecepatan 52X,
CyberDrive justru melihatnya sebagai sebuah kesempatan. Perusahaan ini
malahan tidak menawarkan drive 48X--CyberDrive tidak menawarkan apapun
antara kecepatan 40X dan 52X. Wu memahami keunggulan komersial dengan menawarkan
drive tercepat pada harga yang sekarang. Pasar percaya makin besar angkanya
berarti kerjanya makin bagus, tutur Wu.
CyberDrive juga yakin bahwa
mereka telah menemukan solusi teknis untuk problem CD bergetar. Drive dirancang
untuk memegang CD dengan erat pada tempatnya sehingga CD tidak akan bergetar
atau patah. Keprihatinan tentang CD yang pecah bukan hal baru, ungkap Katherine
Cochrane, konsultan yang khusus memperhatikan media CD-R. "Mereka telah
membicarakan hal itu saat drive 16X dikembangkan," tambahnya. (infokomputer/*/pcworld)