![]() |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

Sejarah SingkatPada tanggal 23 Januari 2004 masyarakat di lima wilayah kecamatan di Kabupaten Gorontalo bagian utara, yakni Kecamatan (1) Anggrek, (2) Atinggola, (3) Kwandang, (4) Sumalata, dan (5) Tolinggula berjuang dan mendeklarasikan pembentukan satu kabupaten baru dengan nama Kabupaten Pantura (Pantai Utara).
Perjuangan mereka tersebut didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Provinsi Gorontalo, sehingga diharapkan dalam waktu paling lambat tahun 2005 Kabupaten Pantura sudah terbentuk. Kecamatan yang berpeluang untuk menjadi lokasi ibu kota Kabupaten Pantura ini diperkirakan Kecamatan Anggrek mengingat di kecamatan ini akan dibangun Pelabuhan Samudra yang representaif untuk Provinsi Gorontalo khususnya, dan
Indonesia Timur pada umumnya.Tursandi Siap Perjuangkan Pantura
Gorontalo , GP, 6 Januari 2004 – Perjuangan masyarakat pantai utara (pantura) di Kabupaten Gorontalo membentuk kabupaten sendiri terus melaju. Setelah berhasil membentuk Komite dan mulai mengumpulkan data potensi daerah, kini mereka mulai melebarkan sayap usahanya ke tingkat pusat.
Akses ke pusat ini dilakukan Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Pantura (HPMIP) Gorontalo ketika mereka berdialog dengan mantan Penjabat Gubernur Gorontalo Tursandi Alwi di Rudis Walikota Gorontalo kemarin. Di depan Tursandi mahasiswa HPMIP menyampaikan aspirasi rakyat untuk pemekaran Pantura. Tursandi yang mengenal betul daerah Pantura langsung menyatakan siap membantu memperjuangkan aspirasi rakyat tersebut.
Selain menerima penyampaian aspirasi dari mahasiswa, dia pun mengakui di depan pengurus HPMIP bahwa sebelumnya dia telah mendapat informasi soal Pantura dari Bupati Gorontalo, Ahmad Pakaya. Karena itu, Tursandi menyatakan siap mem-back up usaha tersebut bilamana sudah di tingkat pusat. “ Kalau itu memang aspirasi rakyat, saya siap membantu,” kata Tursandi di depan Ketua HPMIP Edi Ismail dan rekan-rekannya.
Komitmen mantan Penjagub Gorontalo ini tidak hanya sebatas pernyataan. Di depan mahasiswa beliau langsung mengontek Dirjen Otda untuk menyampaikan aspirasi tersebut. Bahkan dia meminta Dirjen untuk segera memproses aspirasi tersebut bilamana proposalnya sudah masuk ke Depdagri. Tidak hanya itu, Tursandi pun memberikan nomor HP-nya kepada mahasiswa guna kelancaran akses pembentuk Pantura ke pusat.
Dalam pertemuan tersebut, Tursandi yang kini Penjagub Lampung ini meminta pengkajian kelayakan potensi secara detail, agar tidak menyulitkan perjuangan rakyat Pantura. Dia pun mengajurkan kepada rakyat Pantura untuk segera membentuk panitia pusat yang akan membantu perjuangan ke tingkat Depdagri dan DPR RI. Akan tetapi, dia menegaskan bahwa pemekaraan Pantura ini kalau dipaksakan sekarang, jelas akan terhambat oleh agenda Nasional, yaitu Pemilu 2004 dan pemilihan presiden. Dia yakin setelah waktu tersebut berlalu, perjuangan rakyat Pantura akan sukses.
Setelah bertemu Tursandi, Ketua HPMIP Gorontalo Edi Ismail meminta kepada rakyat Pantura untuk secepatnya sama-sama memproses pemekaran. “ Kami HPMIP siap mengusung Pantura sampai ke pusat, karena gaung Pantura ini sudah di tingkat pusat. Jadi, kita harus secepatnya menyampaikan aspirasi sampai ke tingkat DPR RI,” papar Edi yang tercatat sebagai mahasiswa IKIP Gorontalo.