Free Web space and hosting from 20megsfree.com
Search the Web

 
 

Data Rumah Sakit di Provinsi Gorontalo
RSU Dr. Muhammad Mansur Dunda
Jalan Ahmad Yani no. 53 Limboto 96219
Kabupaten Gorontalo, Telefon 62-(0)435-81455

1. Kepemilikan : Pemda
2. Jumlah Tempat Tidur : 56
3. Fasilitas yang ada :

A. Pelayanan Rawat Jalan
B. Pelayanan Rawat Inap
C. Pelayanan Gawat Darurat
D. Pelayanan Kesehatan Mata & Gigi
E. Pelayanan Integrasi
  • lmunisasi
  • Keluarga Berencana
  • Gizi
  • Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PKMRS)
  • Pelayanan Kesehatan Jiwa
  • F. Pelayanan Penunjang
  • Pelayanan Obat-Obatan
  • Pelayanan Pemeriksaan Laboratorium
  • Pelayanan Pemeriksaan Rontgen
  • Pelayanan Pemeliharaan Sarana RS (IPRES)
  • Sumber:  IDI (Ikatan Dokter Indnesia) Online.
    RSU Prof. Dr. H. AloeiSaboe
    Kota Gorontalo
    Jalan Sultan Batutihe no.7, Gorontalo
    Telefon (62-0435-821019.

    1. Kepemilikan : Pemda
    2. JumlahTempatTidur : 190
    3. Fasilitas yang ada :

    A. Pelayanan Gawat Darurat
    B. Pelayanan Rawat Jalan :
  •  Poli. Penyakit Anak
  •  Poli. Penyakit Dalam
  •  Poli. Penyakit Bedah
  •  Poli. Penyakit Kebidanan dan Kandungan
  •  Poli. Penyakit Gigi dan Mulut
  •  Poli. Penyakit Mata
  •  Poli. Penyakit Jiwa
  •  Poli. Penyakit Syaraf
  •  Poli. Penyakit Kulit dan Kelamin
  •  Poli. Penyakit Umum
  •  Poli. Penyakit THT
  •  PKBRS
  •  Laboratorium
  •  Rontgen
  •  Instalasi Farmasi
  •  Instalasi Gizi
  • C. Pelayanan Rawat Inap
  • Ruang Rawat Penyakit Dalam
  • Ruang Rawat Penyakit Anak
  • Ruang Rawat Penyakit Bedah
  • Ruang Rawat Kebidanan dan Penyakit Kandungan
  • Ruang Rawat Isolasi
  • Ruang Rawat VIP, Kelas I, II, III
  • Ruang Rawat ICCU/ICU
  • D. Ruang Dokter Jaga
    E. Kamar Bedah
  • Bedah Umum
  • Bedah Obgin
  • Bedah Mata
  • F. Ruang Bersalin
    G. Ruangan Kantor
    H. Gedung Radiologi
    I. Gedung Instalasi Gizi/Dapur
    J. Gedung Instalasi Laboratorium
    K. Gedung Instalasi Farmasi
    L. Gedung Instalasi Pemeliharaan
    M. Ruang Genset
    N. Gudang
    O. Gedung Gardu
    Sumber: IDI Online.

    Kematian Turun, Kesehatan Membaik

    Limboto--satumed.com--5/4/2002)-- Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, David Bobihoe mengatakan, derajat kesehatan masyarakat di kabupaten tersebut sejak tiga tahun terakhir semakin membaik, Jumat (5/4/02) di Lomboto.Salah satu ukuran, kata Bobihoe, angka kematian ibu bersalin cenderung menurun, dimana pada tahun 1998 sebesar 254/10.000 ibu melahirkan, tahun 1999 sejumlah 235/10.000 dan pada tahun 2000 sebesar 234/10.00 ibu melahirkan.

    Demikian pula angka kematian bayi selama tiga periode terakhir terus menunjukkan penurunan, tahun 1998 sebesar 85/1000 kelahiran, menurun menjadi 11,7/1000 kelahiran dan tahun 2000 menurun menjadi 4,8/1000 kelahiran. Menurut David, Pemda Kabupaten Gorontalo terus mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, antara lain pada tahun 2001 lalu penambahan fasilitas persalinan dan anak serta penambahan ruang vip di RSU Muhammad M. Dunda.

    Kabupaten Gorontalo sekarang ini telah tersedia 22 buah Puskesmas, 110 Puskes Pembantu dan 16 buah Puskes keliling serta didukung pula oleh Polindes tersebar di seluruh kecamatan. Tenaga kesehatan sampai 2001 lalu terdapat 862 orang, terdiri dari 42 dokter umum, sembilan dokter spesialis, serta lebih dari 700 orang tenaga medis seperti farmasi, perawat, ahli gizi, keteknisan medis dan tenaga nonkesehatan.

    Program tahun 2002 ini, pemerintah daerah akan melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat dalam bentuk pengadaan obat dan bahan farmasi, pemberdayaan posyandu, pelaksanaan bulan imunisasi anak sekolah.

    Selain itu akan dilakukan investasi bagi dokter ahli kandungan, internis, anak dan ahli radiologi agar nantinya semakin menunjang pelayanan kesehatan di Kabupaten Gorontalo. [Ant]

    Sarana Air Bersih RSU Aloe Saboe
    Gorontalo Dikeluhkan Pasien
    Jumat, 14 Maret 2003
    Gorontalo-ROL-- Sarana air bersih pada Rumah Sakit Umum (RSU) Aloe Saboe Gorontalo, dikeluhkan oleh sejumlah pasien maupun keluarga pasien rawat inap di rumah sakit tersebut karena sering macet. Menurut Amir C., salah seorang keluarga pasien rumah sakit tersebut, kran di kamar mandi dan WC sering tidak mengeluarkan air.

    Bila air itu keluar hanya sebentar lalu menetes dan berhenti sama sekali. Ha ini membuat pasien atau keluarga pasien sering "terjebak" kehabisan air di kamar mandi atau di WC. Menurut dia, jika pasien akan buang air besar atau kencing, air di kamar mandi dan WC tidak ada, terpaksa mereka menggunakan air minum untuk membersihkan badan.

    Begitu pula untuk mencuci gelas maupun piring terpaksa harus dibawa pulang ke rumah untuk dicuci. Akibatnya,  bagi keluarga pasien yang rumahnya jauh dari rumah sakit, hal itu akan sangat merepotkan. Kepala Tata Usaha RSU Aloe Saboe Gorontalo, Kadir Patuma, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa air bersih sering macet karena tekanan air sangat kurang, terutama pada saat jam sibuk.

    Menurut Kadir,  mereka meminta kepada keluarga pasien untuk dapat menghemat penggunaan air sehingga tidak akan mengalami kesulitan bila mau ke kamar mandi, WC, atau mencuci piring dan gelas. "Kami juga terus berusaha untuk mengoptimalkan sarana air bersih di setiap ruangan maupun kamar mandi dan WC, "kata Kadir tampak serius. ant/abi.

    RSU Aloei Saboe Gorontalo Kekurangan
    Fasilitas Perawatan 
    Kamis, 23 Mei 2002
    Gorontalo-ROL-- Kondisi Rumah Sakit Umum (RSU) Aloe Saboe di Kota Gorontalo sangat memprihatinkan karena banyak pasien tidak tertampung disebabkan kurangnya fasilitas untuk perawatan.

    Direktur RSU Gorontalo, dr. Sudirman Muhamad, Kamis (23/5/02) di Gorontalo, mengatakan, fasilitas rumah sakit tersebut kurang memenuhi syarat, antara lain ruangan perawatan tidak memadai lagi menampung semua pasien.

    "Kami tidak dapat mengembangkan lagi fasilitas perawatan inap di RSU tersebut karena memang areal rumah sakit sangat kecil, "kata Sudirman.
    Menurut dia, kondisi tersebut sudah dilaporkan kepada walikota dan gubernur setempat agar dibantu fasilitas rawat inap, antara lain kasur, karena ada pasien rawat inap terpaksa menggunakan tikar .

    Dihubungi secara terpisah, Gubernur Gorontalo, Fadel Muhamad mengatakan, kondisi rumah sakit tersebut akan dilaporkan kepada Dirjen Kesehatan RI bisa memperoleh bantuan untuk mengatasi masalah itu.

    Menurut Fadel, Pemerintah Propinsi Gorontalo akan membantu memindahkan RSU tersebut ketempat lebih luas sehingga bisa dikembangkan. Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo, Alex Bilondatu, mengatakan di daerah tersebut terdapat 42 dokter umum, 8 dokter gigi, dan 29 dokter pegawai tidak tetap.ant